Pada hari yang penuh ketegangan, sirene-sirene peringatan terdengar meraung keras di seluruh Tel Aviv, Israel, setelah sejumlah rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi, yang berbasis di Yaman, menargetkan negara Zionis tersebut. Serangan ini memicu gelombang ketakutan di seluruh kota, terutama karena salah satu sasaran utama adalah Bandara Internasional Ben Gurion, bandara utama yang melayani Tel Aviv.
Rudal-rudal tersebut, yang diduga diluncurkan oleh kelompok Houthi, menghujani wilayah Israel pada pagi hari dengan kecepatan yang sangat mengejutkan. Warga Tel Aviv dan sekitarnya langsung bergegas menuju tempat perlindungan, sementara sirene peringatan terus berbunyi. Meski sebagian besar rudal berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Israel, Iron Dome, beberapa ledakan yang terdengar sangat keras tetap menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan menambah ketegangan yang semakin meningkat.
Target utama serangan ini adalah Bandara Ben Gurion, yang menjadi pusat transportasi udara utama bagi Israel. Kendati pihak berwenang segera mengalihkan sejumlah penerbangan dan meminimalkan dampak pada operasional bandara, serangan ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap Israel kini datang dari pihak yang tidak terduga.
Kelompok Houthi, yang terlibat dalam perang saudara yang telah berlangsung bertahun-tahun di Yaman, memiliki hubungan erat dengan Iran, negara yang dikenal sebagai musuh bebuyutan Israel. Meskipun sebelumnya serangan-serangan Houthi lebih terfokus pada Arab Saudi dan negara-negara Teluk, serangan ke Israel menandakan eskalasi yang lebih besar dalam konflik ini.
Beberapa analis meyakini bahwa serangan ini bisa menjadi bentuk solidaritas Houthi terhadap Iran dan juga upaya untuk mengirimkan pesan kuat kepada Israel dan negara-negara Barat yang mendukungnya. Konflik yang terjadi di Yaman memiliki banyak dimensi, dan Houthi mungkin mencoba menunjukkan kekuatan mereka di luar perbatasan Yaman untuk memperbesar pengaruh mereka di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Israel segera mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keamanan negara mereka. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel akan menanggapi dengan sangat tegas setiap serangan yang mengancam warganya. “Kami tidak akan pernah membiarkan ancaman terhadap negara kami. Kami siap untuk bertindak dengan kekuatan penuh untuk melindungi rakyat kami,” ujar Netanyahu.
Di sisi lain, dunia internasional juga memberikan perhatian besar terhadap kejadian ini. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, menyatakan solidaritas terhadap Israel dan mengecam keras tindakan Houthi. Presiden AS Joe Biden menegaskan bahwa serangan tersebut adalah tindakan yang tidak bisa diterima dan menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik segera mencari jalan damai.
Serangan ini tentunya meningkatkan ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Israel dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Jika serangan-serangan semacam ini terus berlanjut, sangat mungkin akan terjadi eskalasi yang lebih besar, mengingat peran aktif Iran dalam mendukung Houthi dan ketegangan yang sudah ada antara Iran dan Israel.
Bagi warga Tel Aviv, serangan ini memberikan dampak psikologis yang signifikan. Meskipun sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome sudah terbukti efektif dalam menghalau sebagian besar ancaman, rasa ketidakpastian tetap melanda. Insiden ini mengingatkan mereka pada kerentanannya terhadap serangan dari berbagai pihak, bahkan dari kelompok yang sebelumnya tidak terlibat langsung dalam konflik Israel.
Serangan rudal Houthi ke Israel ini menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah semakin mengkhawatirkan. Konflik yang sudah berlangsung lama di Yaman kini semakin mengarah pada pertempuran lintas batas yang bisa melibatkan lebih banyak negara. Meskipun Israel memiliki salah satu sistem pertahanan terbaik di dunia, serangan ini tetap menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap negara ini bisa datang dari arah yang tidak terduga. Dunia akan terus memantau dengan cemas bagaimana peristiwa ini akan berkembang dan apakah situasi di kawasan Timur Tengah akan semakin memburuk atau ada jalan untuk meredakan ketegangan yang semakin memuncak.