Kamis, 03 Apr 2025
Home
Search
Menu
Share
More
Juli kamalludin pada Berita
1 Apr 2025 13:06 - 4 menit reading

Kemenkes Thailand Belum Izinkan 6 RS Beroperasi, Dinilai Berisiko Tinggi Bila Gempa Susulan Terjadi

Kementerian Kesehatan Thailand (Kemenkes Thailand) telah mengeluarkan peringatan terkait operasional beberapa rumah sakit (RS) yang terdampak oleh gempa bumi baru-baru ini. Dalam pengumuman terbaru, Kemenkes Thailand belum mengizinkan enam rumah sakit beroperasi sepenuhnya setelah peristiwa gempa tersebut. Keputusan ini diambil karena khawatir akan risiko tinggi apabila terjadi gempa susulan, yang dapat memperburuk kondisi bangunan dan membahayakan pasien serta tenaga medis yang berada di dalamnya.

Keprihatinan atas Kondisi Rumah Sakit yang Terpapar Dampak Gempa

Gempa yang mengguncang wilayah Thailand beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk fasilitas kesehatan. Rumah sakit yang terletak di daerah yang paling terdampak gempa tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan untuk beroperasi, mengingat potensi gempa susulan yang masih bisa terjadi. Beberapa bangunan rumah sakit mengalami retakan pada struktur dinding, kerusakan pada peralatan medis, dan gangguan sistem pasokan listrik yang sangat penting untuk kelancaran operasional.

Menurut Kemenkes Thailand, meskipun pihak rumah sakit telah berusaha melakukan perbaikan sementara, masih terdapat risiko signifikan terkait keselamatan pasien dan staf medis. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat rumah sakit adalah tempat yang seharusnya aman, terutama untuk pasien yang sedang menjalani perawatan serius. Oleh karena itu, kementerian memilih untuk menunda pengoperasian rumah sakit tersebut sampai mereka dapat memastikan bahwa fasilitas tersebut aman dari potensi bahaya lebih lanjut.

Penyebab Keputusan dan Langkah Selanjutnya

Pakar keamanan bangunan dan manajemen bencana menyebutkan bahwa Thailand, sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, memiliki risiko gempa bumi yang cukup tinggi. Meskipun gempa utama telah berlalu, gempa susulan tetap bisa terjadi dengan intensitas yang bervariasi. Dalam situasi seperti ini, rumah sakit harus memenuhi kriteria ketat terkait ketahanan bangunan terhadap guncangan gempa untuk memastikan kelangsungan layanan medis.

Kemenkes Thailand bekerja sama dengan otoritas lokal dan tim ahli struktural untuk mengevaluasi kondisi masing-masing rumah sakit. Mereka juga memperkenalkan prosedur darurat yang melibatkan pemindahan pasien ke fasilitas lain yang lebih aman jika diperlukan. Selain itu, kementerian akan menyediakan fasilitas medis sementara di lokasi yang lebih aman untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan segera.

Dampak terhadap Layanan Kesehatan dan Upaya Pemulihan

Penutupan sementara beberapa rumah sakit ini tentu memberikan dampak besar terhadap pelayanan kesehatan di wilayah yang terdampak. Pasien yang membutuhkan perawatan mendesak mungkin harus dipindahkan ke rumah sakit yang lebih jauh atau mengantri untuk mendapatkan pelayanan. Namun, pihak Kemenkes Thailand menegaskan bahwa keselamatan pasien dan staf adalah prioritas utama, dan mereka bekerja keras untuk meminimalisir gangguan terhadap layanan kesehatan.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Thailand juga telah mengalokasikan dana untuk perbaikan dan penguatan struktur bangunan rumah sakit yang terdampak, guna mempersiapkan mereka untuk menghadapi potensi gempa di masa mendatang. Selain itu, kampanye kesadaran akan pentingnya kesiapan gempa di fasilitas kesehatan juga akan digencarkan untuk mengurangi risiko di masa depan.

Tantangan Ke Depan dan Penguatan Infrastruktur Kesehatan

Peristiwa gempa ini membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya penguatan infrastruktur rumah sakit di kawasan rawan bencana. Tidak hanya di Thailand, namun di banyak negara yang terletak di wilayah cincin api, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya perlu dipastikan dapat bertahan dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, pemerintah Thailand berencana untuk meninjau ulang seluruh standar keamanan bangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, serta memastikan bahwa mereka siap menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi.

Kemenkes Thailand juga akan terus bekerja sama dengan organisasi internasional, lembaga bantuan, dan para ahli untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana ini. Fokus utama adalah memastikan bahwa meskipun dalam kondisi darurat, warga Thailand tetap dapat memperoleh layanan medis yang dibutuhkan tanpa mengorbankan keselamatan.

Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan bahwa Thailand dapat meningkatkan kesiapan infrastruktur rumah sakit di masa depan dan mengurangi risiko kerusakan serta potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Kesimpulan

Kemenkes Thailand tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan warga negara dan pasien dengan menunda operasional rumah sakit yang terancam rusak parah akibat gempa. Meskipun ini merupakan tantangan besar dalam upaya pemulihan pasca-bencana, langkah hati-hati ini diharapkan dapat mengurangi risiko yang lebih besar di masa depan, serta memperkuat infrastruktur kesehatan Thailand secara keseluruhan.